Sinopsis Chandra Nandini Episode 21 dan 22 tayang 22 januari 2018

Chandra berjalan ke tengah dan teringat ucapan Nandini yang tidak ingin menjadi ratu utama, Chandra pun memilih Helena. Dadima terkejut. Chandra lalu mengatakan bahwa besok akan diumumkan Helena sebagai ratu utama Magadha. Nandini pun terlihat sedih menatapnya.

Apama memarahi Roopa di kamar dan berkata bahwa dia bisa saja dilempar keluar, Sunanda berkata bahwa semua kesalahannya dan meminta Apama tidak memarahi Roopa. Roopa pun menghardik Apama dan menyuruhnya menurunkan nada suaranya karena dirinya tidak seperti Nandini. Roopa mengingatjan bahwa dirinya adalah ratu utama. Apama pun mentertawakannya, Roopa menganggapnya gila, Apama pun mengatakan sesuatu. Lalu terdengar suara Helena, Helena masuk dan terkejut melihat Roopa yang disangkanya Nandini. Helena berjalan menghampiri Roopa dan menatapnya lalu mempertanyakan keberadaannya di kamar ibunya. Helena lantas kembali mencacinya karena kekalahannya tidak bisa menang menjadi ratu utama. Sunanda melihat Roopa menahan diri dan menggenggam erat vas bunga lalu Sunanda memperingatkan Apama tentang temperamen Roopa dan menyuruhnya membawa Helena pergi. Disaat Roopa hendak memukulkan vas bunga pada Helena, Apama memanggil Helena dan berkata bahwa mereka harus bersiap lalu membawanya menjauh dari Roopa, Roopa emosi dan Sunanda menenangkannya.

Nandini berjalan di koridor dan teringat saat Chandra memilih Helena, Chandra kemudian mendatangi Nandini, mereka bertatapan. Nandini menyindir Chandra sambil bertepuk tangan, “lihatlah raja Magadha ini..raja keadilan.. yang mana lebih memikirkan dirinya sendiri daripada rakyatnya..dimana kakimu biar ku sentuh” lalu Nandini hendak meminta berkatnya, Chandra mundur dan bertanya apa yang dilakukannya. Nandini kmbali berkata, “Chandra Raja Magadha memilih istri tercintanya dan bukan memilih orang yang pantas menerimanya”. Chandra membalas nandini dengan berkata bahwa dia sudah memberikan kesempatan pada Helena ketka dia sendiri memiliki kemampuan. Nandini pun membalas bahwa dirinya ingin menang karena Dadima yang menginginkannya, Nandini menambahkan, “apa kau pikir kau telah mengambil keputusan yang tepat..akankah orang2 Yunani memahami orang2 kita.. Helena tidak akan pernah memahaminya tapi aku bahagia untuknya dan sekarang aku berdoa semoga dia bisa menjadi ratunya rakyat Magadha” lalu Nandini beranjak pergi.

 

Di pasar, dua orang lelaki suruhan Padmananda tengah berkompromi lalu mulai membagikan secarik kertas pada semua rakyat disana. Orang2 membacanya yang isinya bahwa Chandra sudah menerima Yunani dan Chanakya sudah meninggalkan Chandra, orang2 pun tidak percaya dan berkomentar bahwa raja mereka adalah raja yang baik. Orang2 Padmananda memprovokasi rakyat dan berkata bahwa mereka akan melihat buktinya besok ketika Helena akan diumumkan sebagai ratu utama. Rakyat pun terlihat marah. Prajurit Magadha datang dan membaca pesan tadi. Orang2 Padmananda lari dan para prajurit mengejarnya, mereka berdua berhasil ditangkap tapi mereka berdua memilih bunuh diri dengan meminum racun dan sebelum benar2 tewas mereka berkata bahwa Padmananda lah raja sejati.



Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 2

 

Chanakya ke hutan dan bersiul, tiba2 matan2ya yang menyamar memakai dedaunan muncul dan memberikan pesan yang dibagikan orang2 Padmananda. Mata2 itu mengatakan bahwa rakyat sangat marah da besok memang Helena akan diumumkan sebagai ratu utama, Chanakya terkejut lalu berkata bahwa dirinya tidak akan membiarkan semua ini terjadi. 

 

Chandra tengah berada di bilik mandinya dan teringat ucapan Nandini. Chandra memikirkan sesuatu lalu terdengar gemerincing gelang kaki di belakangya, Chandra mengira pelayan yang datang dan Chandra menyuruh mereka meninggalkannya. Roopa yang kembali menyamar menjadi Nandini pun membelai punggung Chandra dan bertanya apakah dia tidak membutuhkannya, Chandra terkejut mendengar suara Nandini. Chadra memegang tangan Roopa dan melemparnya, Roopa pantang menyerah dan bertanya mengapa terl;ihat begitu marah, Roopa menambahkan bahwa dirinya ingin mengakhiri pemusuhan diantara mereka sambil terus membelai Chandra. Roopa merebahkan kepalanya pada bahu Chandra dan bertanya apakah dia akan memilihnya menjadi ratu utama. Chandra yang menahan emosi lalu mendorong Roopa ke dalam air dengan kuat dan berkata, “aku harap kau mendapat jawabannya” lantas beranjak pergi. Roopa pun emosi dan mengatakan bahwa dirinya akan menemukan jalan keluarnya.

 

Nandini tengah membaca buku di kamar, Chandra muncul dan Nandini bertanya2 Chandra berada disini karena Dadima atau dia sebenarnya ingin bersama Helena. Chandra hendak berbaring dan melihat bantalnya berada di pangkuan Nandini yang dijadikan alas untuk membaca, Chandra lalu menariknya dan Nandini juga menarik bantal tersebut, Chandra jatuh menimpa Nandini dan Nandini langsung bergerak menghindar serta menyuruh Chandra menjauh darinya. Chandra merasa aneh dan teringat ucapan Roopa (yang dikira Nandini) tadi di bilik mandi. Sinopsis Chandra Nandini 

 

Chandra menarik bantal lalu mendekat pada Nandini dan memeluknya, Nandini mendorongnya tapi Chandra terus mendekat sambil berkata bahwa dirinya ini suaminya dan bukankah dia ingin memulai hubungan yang baru. Nandini kembali mendorongnya dan menyuruhnya meninggalkannya. Chandra pun berkata bahwa sangat memalukan dia melakukan semua ini untuk kompetisi dan menjadi ratu utama, Nandini terkejut dan berpikir apakah semua ini ada hubungannya dengan penyakitnya. Chandra lalu kembali membentaknya dan menghinanya membanding2kannya dengan Helena. Chandra juga berkata betapa dirinya sangat membencinya dan dia tidak akan pernah menjadi istrinya. Nandini pun menangis mendengarnya. Setelah itu Chandra bergegas pergi. Nadini pun berbicara sendiri bahwa meski Chandra membencinya tapi dirinya tidak bisa membenci Chandra dan tidak tau mengapa.

 

Pagi harinya, Chandra dan seluruh keluarga berdiri di balkon menyambut rakyatnya yang berkumpul dihalaman, Chandra lalu mengatakan bahwa dirinya berterima kasih pada rakyatnya dan mereka akan selalu menjadi prioritas utamanya. Rakyat kembali mengelu2kan nama Chandra.

 

Moora memegang perut Dhurdhara dan mengatakan pada bayi Dhurdhara bahwa ayahnya mempelajari prinsip2 tersebut sejak dalam kandungannya dan dia pun akan demikian. Dhurdhara mengiyakan dan berkata akan selalu berbicara pada bayinya. Chandra kembali berkata, “aku akan mengumumkan ratu utama Magadha dan dia adalah ratu Helena”, sambil menunjukkan Helena pada rakyatnya, rakyat pun terdiam dan membicarakannya lalu rakyat menyatakan ketidaksetujuan pada Helena dan berteriak bahwa mereka tidak angin ratu asing da tidak menerima ratu Yunani. Chandra dan keluarga terkejut mendengarnya. Rakyat pun berontak dan mulai ada yang melempar batu hingga mengenai kepala Moora. Moora pun menjerit kesakitan.

 

Semuanya mengkhawatirkan Moora, Chanakya mengintai keadaan dan berpikir bahwa dirnya sudah menduga ini akan terjadi, lalu Chanakya memberi perintah agar semuanya masuk ke dalam.

 

Chandra berbicara dengan Chanakya bahwa dirinya tidak memihak siapapun karena Helena juga telah memenangkan kompetisi. Dan Helena juga istrinya. Chandra bertanya mengapa orang asing sekarang di permasalahkan. Chanakya menjawab, “bukan itu masalahnya Chandra tapi Padmananda sudah mencoba menyebarkan berita ini dan jawaban politiknya adalah Nandini..umumkan dia sebagai ratu utama..rakyat mencintai Nandini karena dia putri Magadha dimana kau kini menjadi Raja dan semua itu bisa membantu kita”. Chandra pun bertanya mengapa harus nandni yang ayahnya sudah membodohi orang2 Magadha. Chanakya pun menjawab karena ini semua adalah politik.

 

Chandra mendatangi Nandini dan menyeretnya seraya berkata bahwa dia akan menjadi ratu utama, Nandini melepaskan diri dan berkata dirinya tidak menginginkan hal tersebut, Chandra pun berkata, “ketika aku bersedia memberikan posisi ini mengapa kau memberikan alasan ketika kau pun sudah mencoba berbagai cara untuk ini”. Nandini tetap menolak dan mereka pun berdebat. Chandra membentak Nandini dan berkata bahwa dirinya melakukan semua ini untuk politik dan sebagai Raja dan Ratu mereka harus mengambil langkah ini, mereka saling berdekatan dan bertatapan Nandini berpikir mengapa Chandra mengambil langkah ini bukan karena dirinya adalah istrinya, Chandra juga berpikir mengapa dirinya ingin Nandini selalu bersamanya. Chandra lalu menanyakan keputusannya, Nandini membalikkan badan menyeka airmatanya dan mengatakan bahwa dirinya setuju dengan kepuusannya demi rakyat Magadha. Chandra kembali membalas bahwa semua memang demi rakyat, Chandra meminta Nandini bersiap2 lalu Chandra beranjak pergi. Nandini bergumam sedih mengatakan mengapa dirinya tidak bahagia karena Chandra tidak ikhlas mengambil keputusan ini.

 

Malam harinya anggota keluarga kembali berkumpul di balkon, Helena berbicara pada ibunya bahwa inilah saatnya dirinya akan diumumkan menjadi ratu Magadha. Chandra dan Chanakya kemudian datang dan menyapa seluruh rakyat yang berkumpul di Magadha. Chanakya berterimakasih atas kedatangan mereka di malam yang telah larut dan Chanakya berkata bahwa mereka berkumpul untuk mengumumkan ratu utama mereka. Chandra kemudian mengumumkan yang akan menjadi ratu utama (Helena maju dengan yakin seyakin2nya haha..), Chandra menyebut nama Nandini. Helena pun terkejut bukan main, begitu pula pendukung2 Helena. Rakyat pun tertawa bahagia. Chanakya mempersilahkan Nandini maju. Nandini pun maju mendampingi Chandra lalu Chanakya mempersilahkan seseorang memasangkan mahkota pada Nandini. Oang tersebut memasangkannya dan semua rakyat mengelu2kan nama Chandra Nandini. Helena emosi dan beranjak pergi.

Sunanda menemui Roopa dan berbicara dengannya. Sementara Helena mengamuk dikamarnya karena Nandini merebut segalanya, Apama datang dan memintanya mengontrol emosinya tapi Helena masih emosi. Apama kembali berbicara dengannya tapi Helena memintanya meninggalkannya sendiri. Apama pun beranjak pergi dan Helena berbicara sendiri dengan berkata bahwa Magadha hanya akan berbicara tentang Ratu Helena.

Roopa masih bebricara dengan Sunanda dan berkata bahwa Nandini akan keluar dan Roopa akan menikmati kemewahan. Helena sendiri bergumam bahwa Nandini akan pergi dan Chandra akan membawanya mengikuti puja. Helena lalu memanggil pelayannya.

Nandini tengah bercermin di kamarnya lalu dia melihat kedatangan Chandra, Chandra menghampirinya dan berata, “aku sangat bahagia melihatmu menjadi ratu utama dan aku ingin kau selalu bersamaku dalam susah dan senang..maukah kau Nandini ??”, Nandini pun mengatakan kesediaannya tapi kmudian Nandini mendengar suara langkah kaki dan melihat kearah pintu, Nandini melihat Chandra disana, Nandini terkejut karena tadi hanya khayalannya saja.

Chandra membuka turbannya dan Nandini membuka mahkotanya tapi kesulitan, Chandra pun membantunya dan berbicara dengannya mengenai puja yang akan dilakukan. Dhurdhara kemudian datang sambil berlari dan Chandra memintanya berjalan pelan2 karena dia tengah mengandung. Dhurdhara lalu berbicara pada Chandra bahwa dirinya ingin pergi ke kuil dan Chandra berkata akan mengantarnya tapi Dhurdhara berkata hanya wanita yang boleh kesana. Nandini menawarkan diri untuk mengantar Dhurdhaa dan Dhurdhara setuju lalu menyuruh Nandini bersiap2 di pagi hari kemudian Dhurdhara beranjak pergi. Diam2 Roopa mendengar rencana Dhurdhara dan berkata bahwa nandini akan ke kuil dan kembalinya nanti Roopa lah yang akan masuk ke istana, Nandini keluar dan Roopa akan masuk.

Pagi harinya, Dhurdhara dan Nandini ke kuil, Roopa menunjukkan Nandini pada penculik2 suruhannya. Sementara itu Nandini dan Dhurdhara masuk ke kuil melakukan doa. Nandini berdoa untuk kebaikan Chandra. Lalu Nandini mengatakan pada Dhurdhara bahwa dirinya akan menghidupkan diya lantas Nandini beranjak pergi sedangkan Dhurdhara masih berbicara dengan pendeta meminta bantuannya menyelamatkannya dari kucing liar di istana. Pendeta memberinya serbuk dan berkata agar menggunakannya jika ingin aman.

 

 

 


Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 2 Tayang Senin 22 Januari 2018

Nandini keluar kuil dan tiba2 penculik suruhan Roopa menyelimutinya dan membawanya pergi. Roopa pun tersenyum senang. Sementara itu Dhurdhara mendapat serbuk itu lalu mencari2 Nandini, Roopa masuk membawa nampan menggantikan tempat Nandini. Dhurdhara melihatnya dan mengajaknya pulang.

Chandra menemui Chanakya dan memberi salam, Chanakya lalu berkata bahwa prajurit Padmananda terlihat didekat hutan dan mereka akan membawanya pada Padmananda. Chandra pun mengajak Chanakya dan pasukannya untuk menyerbu tapi Chanakya melarang karena itu akan menjadi tanda bagi mereka, Chanakya berkata pada Chandra bahwa dia akan menyamar menjadi prajurit Padmananda.



Dhurdhara diam2 masuk ke kamar Helena dan merasa senang melihat Helena tidak ada, Dhurdhara lalu membuka peti dan melihat banyak senjaya disana, Dhurhara lalu mencari tempat lain untuk menaruh serbuknya, Dhurdhara membuka peti dan Helena yang tiba2 datang menghardiknya, Dhurdhara beralasan ingin memberikan prasad (sambil menunjukan serbuknya) dan Dhurdhara menambahkan telah melakukan puja untuknya agar tahun depan dia bisa menjadi ratu utama, Dhurdhara berkata harus pergi dan beranjak sambil berdoa tapi Helena menghentikannya, Helena meminta prasadnya dan Dhurdhara memberikan serbuknya pada Helena, Helena memakannya dan Dhurhara terkejut berpikir bahwa Helena memakan segalanya. Dhurdhara lalu bergegas pergi. Helena pun berkata, “Chadra tidak sedang berada di istana dan ini saat yang tepat untuk menculik Nandini..dengan cara ini Chandra tidak punya pilihan lagi selain membawaku ke puja”.

 

Nandini berada di dalam gua dalam keadaan terikat dan  masih tak sadarkan diri, seekor anak sapi  mendekatinya tapi kemudian anak sapi itu berjalan pergi keluar gua.

 

Chandra sendiri tengah menaiki kuda dan dalam penyamaran memacunya ke arah hutan, dalam perjalanan Chandra teringat ucapan Chanakya bahwa dirinya harus menyamar agar bisa menemukan Padmananda. Anak buah Padmananda yang tengah bersiaga di hutan menghadangnya dan mengepungnya, mereka mengira bahwa Chandra adalah mata2 Chandragupta Maurya dan anak buah Padmananda pun ingin menghabisinya. Chandra mencoba memberi penjelasan kalau dirinya dari Magadha dan juga menentang Chandragupta. Dua orang lalu saling berbisik untuk membawa Chadra pada padmananda karena Padmananda pasti akan senang jika bisa menambah anggota baru untuk pasukannya dan kemudian salah satu mata2 mengatakan bahwa Chandra bisa ikut dengan mereka.

Tiba2 anak sapi yang tadi muncul dan mendorong anak buah Padmananda, anak sapi itu juga berhasil menarik selimut yang dipakai Chandra. Seketika anak buah Padmananda melihat tanda bulu merak di tangan Chandragupta, mereka pun mengenali Chandra sebagai Chandragupta Maurya, mereka menyerang Chandra dan Chandra berhasil membuat mereka lari tunggang langgang.

 

Chandra hendak mengambil selimutnya tapi anak sapi itu menarik selimut tersebut seakan memberi kode pada Chandra agar mengikutinya dan Chandra berpikir bahwa anak sapi tadi sedang dalam masalah, Chandra pun mengikutinya untuk membantunya. Sinopsis

 

Roopa berada di kamar Chandra dan berkata bahwa sekarang dirinya adalah ratu utama. Roopa membuka peti dan menghina pakaian Nandini. Lalu Roopa berteriak memanggil pelayan dan memberi mereka perintah untuk merias rambutnya.

 

Helena melenggang masuk ke kamar bersama pelayannya dan Roopa melihatnya melalui cermin kemudian Roopa menyuruh pelayan memakaikan mahkotanya. Setelah itu Roopa mengusir semua pelayannya agar keluar kemudian bertanya pada Helena tidakkah dia tau bagaimana cara memasuki kamar ratu utama. Helena menahan geram dan berbicara dalam hati bahwa dirinya akan menjawab semua pertanyaan Nandini (yang ternyata Roopa) setelah ini.

 

Helena lalu menyapa Roopa dan  berkata kedatangannya untuk merayakan dinobatkannya dia menjadi ratu utama dan Helena menawarinya minuman, Helena menyuruh pelayan menuangkannya untuk Roopa dan Helena memberikannya pada Roopa dengan sikap manis, Roopa mencium baunya dan mengatakan bahwa sudah menjadi peraturan kalau seseorang memberikan makanan atau minuman untuk ratu utama maka orang itu harus mencobanya terlebih dulu lalu Roopa mengembalikan minuman tadi pada Helena agar meminumnya dulu. Helena pun melakukannya kemudian Roopa meminumnya dan langsung pingsan seketika, Helena mengeluarkan minuman yang ditahannya di mulut dan tersenyum senang karena berhasil mengelabui Roopa lantas Helena menyuruh pelayannya melempar Roopa  ke gudang belakang.

 

Chandra masuk ke dalam gua bersama anak sapi tadi dan terkejut melihat Nandini meringkuk disana, Chandra berusaha membangunkan Nandini dan mencemaskannya. Chandra berkata bahwa Nandini membutuhkan tabib dan kemudian Chandra pun mengendongnya untuk dibawa kembali ke istana.

 

Helena membawa Roopa yang masih pingsan ke gudang dan memberi perintah pada pelayannya agar memastikan Nandini (Roopa) tidak keluar gudang sebelum dirinya pergi bersama Chandra. Sementara itu Chandra memacu kudanya sambil memangku Nandini dan bertanya2 mengapa dirinya selalu ingin dekat dengan Nandini dan ingin selalu melindunginya.

 

Pagi harinya Chandra tiba di istana dan pelayan Helena melihatnya, dia terkejut melihat Nandini bersama Chandra. Semetara Helena di kamarnya tengah berbicara sendiri bahwa tak lama lagi mahkota ratu akan berada dikepalanya, pelayannya datang dan memberitau kedatangan Chandra dan Nandini. Helena emosi dan mencemoohnya karena tidak becus bekerja. Pelayan menjawabnya.

 

Chandra masuk menggendong Nandini dan berteriak memanggil pelayan agar memanggil tabib lalu Chandra bergegas ke kamarnya dan Helena melihat Chandra menggendong Nandini. Helena pun kembali emosi.



Sinopsis Chandra Nandini Episode 21 Part 1

 

Helena ke gudang belakang dan melihat Roopa menghilang padahal sebenarnya Roopa tengah bersembunyi dan mengintai Helena. Saat Helena akan pergi Roopa menodongkan pisaunya dari belakang, Helena bertanya siapa dia yang berani menyerangnya. Helena melihat dari cermin dan terkejut melihat Nandini (yang sebenarnya Roopa). Helena mendorongnya dan berlari.

 

Helena berlari di koridor dan terkejut melihat Chandra masih berjalan menggendong Nandini. Roopa sendiri berhasil mengejar Helena dan membungkamnya lalu membawanya ke gudang dan kembali mengancam akan menghabisinya. Sinopsis Chandra Nandini Episode 21 Part 1

 

Apama datang dan meminta Roopa menghentikan tindakannya. Roopa masih emosi dan mengatakan pada Apama bahwa putrinya menghancurkan rencananya untuk mengambil tempat Nandini. Apama pun meminta Roopa memaafkan Helena, Helena emosi dan Roopa kembali mengancamnya. Apama kembali meminta Roopa memaafkan Helena karena Helena memang bodoh.

 

Chandra menemani Nandini yang masih mendapat perawatan dari tabib. Tabib lalu mengatakan pada Chandra bahwa Nandini hanya pingsan dan dia akan segera membaik. Chandra meminta tabib merahasiakan hal ini lalu tabib beranjak pergi. Chandra pun berpikir bagaimana Nandini bisa sampai di gua tadi.

 

Nandin tersadar dan memegangi kepalanya, Chandra memintanya beristirahat dan bertanya apa yang dilakukannya ddalam hutan dan dalam keadaan pingsan, Chandra menambahkan bahwa dirinya selalu merasa kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu. Nandini berusaha mengingat apa yang terjadi dan berpikir bahwa penyakitnya bertambah serius hingga dirinya tidak bisa mengingat apapun. Chandra kembali berata, “kau tau nandini..keadaan dimana aku menemukanmu tadi aku berpikir kalau aku..” , Chandra menggantung kalimatnya dan berbicara dalam hati bahwa dirinya tadi sudah berpikir akan kehilangan Nandini. Pelayan datang mengatakan pada Chandra bahwa semua orang sudah menunggunya. Chandra kembali berbicara pada Nandini agar merahasiakan apa yang telah terjadi dan beranjak pergi. Nandini pun berpikir bahwa Chandra terlihat peduli padanya tapi dia hanya mencintai Helena.

 

Apama kembali meminta Roopa memaafkan atas apa yang Helena lakukan. Roopa mengatakan sesuatu. Apama kembali meminta maaf dan Helena juga meminta maaf, Roopa pun melepasankannya. Pelayan muncul dan mengatakan bahwa Chandra akan pergi untuk puja. Apama meminta Roopa untuk tetap di gudang sementara, Roopa mengiyakan dan memberitau Apama agar memperingatkan putri bodohnya atau lain kali dia akan dihabisi lalu Apama mengajak Helena pergi.

 

Dadima memberi pesan pada Chandra Nandini yang akan meninggalkan istana untuk puja agar saling menjaga satu sama lain, Dadima lalu memanggil Helena dan mengatakan agar da melakukan aarti. Apama berbicara pada Helena bahwa dia harus melakukannya karena dia adalah istri pertama Raja. Helena pun melakukan aarti pada Chandra Nandini dan memberikan tilak pada keduanya seraya berpikir bahwa gara2 Roopa yang membuatnya sekarang disini melakukan aarti dan Nandini bersama Chandra. Chandra lalu meminta maaf pada Helena dan berharap dia mengerti kondisinya. Helena menjawab bahwa dirinya cukup bahagia karena kenyataannya dia memilihnya sebagai ratu utama. Lalu Chandra Nandini meminta berkat Dadima dan Moora.

 

Chanakya datang dan berbicara pada Chandra bahwa akan ada prajurit yang bergabung dengan  rakyat biasa untuk keamanannya lalu Chanakya mengajak Chandra Nandini untuk bergegas. Helena pun berpikir bahwa Chandra adalah miliknya dan Helena bertekad membuat Chandra agar membenci Nandini.

 

Di Patalgram, Kanika menyambu Chandra Nandini dengan memberikan aarti lalu mengajak keduanya masuk ke dalam rumahnya. Chandra melangkah masuk ke dalam dan teringat masa kecilnya dulu.

 

 

Kanika memberikan minum pada keduanya dan Kanika melihat Chandra melamun, Kanika pun berbicara pada Chandra agar melupakan masa lalu yang hanya membuatnya berada dalam masalah. Kanika meminta keduanya beristirahat sementara dirinya akan memasak untuk mereka, Kanika hendak pergi tapi Nandini menghentikannya dan berkata dirinya lah yang akan memasak lalu Kanika memberitau tugasnya. Kanika lalu mengajak Chandra mengambil air

 

Nandini terbatuk2 karena asap tungku saat membuat makanan, Chandra masuk dan melihat makanan gosong yang dibuatnya. Chandra pun menyindir nandini yang tadi berkata akan menangani segalanya. Nandini menjawab bahwa sebenarnya pelayan yang selalu membantunya, Nandini pun mengomel dan meminta Chandra membantunya. Lalu Chandra menggantikan Nandini dan mengajarinya cara memasak, Nandini lalu bertanya pada Chandra darimana dia belajar semua ini, Chandra berkata bahwa Chanakya yang mengajarinya. Nandini melihat bekas luka bakar di pinggang Chandra dan Nandini bertanya. Chandra teringat itu luka karena ayah angkatnya dulu pernah mengusapkan kayu panas ke pinggangnya. Chandra pun menjawab sudah tidak ingat lagi.

 

Kanika muncul dan memuji aroma masakan yang tercium. Chandra mendukung ucapan Kanika dan berkata Nandini yang memasaknya. Nandini menyelanya lalu Chandra menggelar tikar dan Chandra mengajak Kanika makan bersama, Nandini pun menghidangkan makanan dan Kanika serta Chandra menikmatinya.

 

Roopa mengamuk di kamar dan mendorong Sunanda lalu menyuruh Sunanda mengusir Helena dan Apama keluar. Helena emosi dan mengambil pisau buah lalu mendekati Roopa, Sunanda meminta Apama menghentikan Helena, Apama menarik Helena tapii Helena mengabaikannya. Helena menghampiri Roopa dan memberikan pisaunya pada Roopa lalu berbicara padanya, “ini pisau Roopa..habisi aku tapi sebelum itu dengarkan aku..aku membenci Nandini dan begitu juga dirimu..tapi untukmu aku bisa menemukan dimana keberadaan ayahmu”. Roopa menodongkan pisau pada Helena dan berkata bahwa Padmananda bukanlah ayahnya tapi musuhnya. Helena melanjutkan, “oke tapi sebelum itu kau harus memastikan bahwa Nandini tidak akan kembali ke istana ini dan setelah itu aku akan membawamu pada Padmananda”.

 

Chandra Nandini mengunjungi rumah warga satu persatu untuk meminta dan mengumpulkan biji2an dari mereka. Kaki Nandini lalu terluka oleh batu tapi Nandini sebisa mungkin menyembunyikannya dari Chandra, Chandra pun menyuruhnya berjalan lebih dulu di depannya karena Chanakya pernah berkata agar tidak pernah meninggalkan istrinya di belakang atau singa liar akan mengikutinya. Chandra lantas terkejut melihat noda darah sepanjang jalan yang dilalui Nandini. Chandra menghentikan Nandini dan memeriksa kakinya yang luka. Chandra memapahnya duduk lalu Chandra membersihkan lukanya dan membebatnya. Chandra mengatakan akan menggendongnya tapi Nandini menolak dan memaksa berdiri lalu berjalan tapi Nandini hampir terjatuh dan Chandra menangkapnya. Mereka pun saling bertatapan. Kemudian Chandra berjalan dengan memeluk Nandini untuk memapahnya.

 

Dirumah, Kanika memberikan wadah pada Nandini menyuruhnya mengambil susu dan Nandini bertanya dimana mengambilnya. Kanika menjelaskan bahwa dia harus memerah susu dari kandang sapi langsung dan Nandini pun terkejut mendengarnya, Chandra tersenyum diam2 lalu menyemangati Nandini agar segera pergi memerah susu. Nandini lalu mengambil wadah dan berjalan menuju kandang sapi dengan gugup. Sinopsis Chandra Nandini Episode 21 Part 1

  

Nandini mengendap2 di kandang sapi dan saat sapi disana bersuara Nandini terkejut dan melempar wadahnya, Chandra yang diam2 memperhatikan Nandini pun tertawa, Nandini mendengar dan menatap Chandra. Chandra pun mengatakan bahwa dia harus memerah sambil jongkok. Nandini membalas sambil mengambil wadahnya kembali dan berjongkok mendekati salah satu sapi dengan gugup. Sapi itu pun menendang Nandini dan Nandini terjatuh dengan tangan menyentuh kotoran sapi. Chandra semakin tertawa melihatnya. Nandini pun mengeluh. Chandra lalu mengatakan akan mengajarinya tapi dia harus terlebih dulu membersihkan tangannya, Chandra kemudian membasuh tangan Nandini lalu Chandra mengajari Nandini bagaimana memerah susu. Nandini berkomentar dan Chandra menyuruhnya mencoba memerah.

 

Nandini mendekat dan bersama Chandra mereka sama2 memerah susu sambil bercanda. Kanika melihat mereka dari kejauhan dan tersenyum lalu Kanika memanggil Chandra agar berhenti mengganggu Nandini, Nandini membawa masuk wadah susunya sementara Kanika berjalan dengan Chandra sambil mengobrol. Chandra berkata pada Kanika bahwa Nandini belum pernah melihat semua ini jadi ini merupakan pengaaman baru untuk Nandini. Kanika merasa terharu dan berkata bahwa dirinya senang bisa melihatnya (Chandra) bahagia. Kanika lalu meminta maaf karena tidak bisa memberikan kebahagiaan di masa kecilnya akibat siksaan ayahnya. Nandini yang hendak masuk ke dalam rumah mendengar dan menatap mereka berdua lalu berpikir bahwa mungkin itulah sebabnya Chandra membenci cinta.

 

Malam harinya Kanika, Chandra dan Nandini berkumpul bersama warga Patalgram untuk penyambutan. Nandini meminta mereka tidak memperlakukan dirinya dan Chandra dengan mewah. Warga lalu memaksa Chandra Nandini untuk bergabung dengan mereka dalam penampilan khusus. Chandra Nandini pun setuju dan Kanika menyuruh mereka berganti baju. Setelah itu Chandra Nandini dan yang lain beranjak pergi. Roopa diam2 memperhatikan mereka dari kejauhan dan berpikir bahwa inilah saatnya mendekati Chandra.

 

Chandra masuk ke sebuah rumah dan warga membawakan baju gantinya, setelah warga pergi Chandra membuka baju hendak berganti pakaian. Roopa masuk dan menatap tubuh Chandra dengan takjub. Chandra terkejut dengan kehadiran Roopa (yang disangkanya Nandini) dan berkata bahwa dia seharusnya tidak boleh mendatanginya karena ini ruangan lelaki. Roopa mendekat dan membelai tubuh Chandra sambil mengatakan ingin berbicara padanya.  Tapi kemudian ada warga yang memanggil agar Chandra segera datang, Chandra meminta Roopa keluar terlebih dulu dan mereka akan bicara nanti. Roopa keluar dan memikirkan sesuatu.

 

Chandra Nandini selesai berganti baju, mereka berdua saling tatap dan saling memuji satu sama lain tapi hanya dalam pikiran mereka saja. Roopa menatap mereka dari kejauhan. Warga lalu mengatakan agar Chandra Nandini ikut bergabung dan mereka semua menari bersama2. Chandra menari dan saling memeluk dengan Nandini, Roopa menatap dengan cemburu dari kejauhan dan berata mengapa dirnya tidak bisa melihat kebersamaan Chandra Nandini dan Roopa ingin bersama Chandra menggantikan Nandini.

EPISODE SELANJUTNYA....
http://www.resepmantap.xyz/2018/01/sinopsis-chandra-nandhini-tayang-23.html

 


 

Comments