Pagi
harinya Chandra menemui teman2nya diteras dan hendak duduk bersama mereka tapi
mereka melarang dan menyuruh Chandra duduk ditempatnya sebagai seorang Raja.
Raja menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka berteman lalu duduk bersama
teman2nya, Chandra meminta pelayan menyiapkan makanan, Chandra dan teman2nya
pun mengobrol tentang cinta. Setelah makan mereka melanjutkan obrolan di balkon
dan masih seputaran tentang cinta. Teman2 Chandra mengatakan melihat cinta di wajah
Chandra tapi Chandra menyangkalnya. Teman Chandra pun berkata, “secepatnya kau akan mengatakan siapa yang kau cintai..dan kau tau
.. saat kau jatuh cinta maka sentuhan dari rang kau cintai akan membuatmu
tersentak dan nada2 musik akan selalu terdengar disekelilingmu..kau juga akan
memakai pakaian yang disukai oleh orang yang kau cintai”. Chandra hanya
menyahut bahwa dirinya tidak aan pernah berubah, Chandra lalu menyuruh kedua
temannya beristirahat dan Chandra beranjak pergi.
Nandini membaca buku dikamar,
Chandra masuk dan mereka berpapasan saat sama2 hendak mengambil minum, keduanya
pun merasakan sama2 terjadi getaran. Chandra lalu mengambilkan air minum
Nandini dan menyerahkan gelasnya, tangan Chandra bersentuhan dengan tangan
Nandini dan Chandra merasa aneh karena merasa ada getaran dan Chandra
mendengar suara alunan musik. Mereka kembali saling tatap. Chandra lalu
bertanya berasal darimana suara alunan musik tadi, Nandini berkata tidak ada
suara musik dan mengambil gelasnya seraya berterimakasih pada Chandra. Chandra
teringat ucapan temannya tentang tanda2 jatuh cinta dan tertawa. Nandini
berpikir apa yang terjadi dengan Chandra. Lalu Chandra bercermin dan melihat
keringat di wajahnya. Nandini lalu memberitahu bahwa mahkotanya ada didekatnya.
Chandra mengiyakan dan berkata bahwa dikamarnya udaranya sangat panas tapi
Nandini membantah dan mengatakan bahwa cuaca sedang dingin.
Chandra memegang kumkum
(serbuk merah yang dioleskan ke dahi), Nandini datang dan mengoleskannya.
Chandra kembali mendengar suara alunan musik ditelinganya saat Nandini
menyentuh dahinya dan Chandra pun menjauh dari Nandini. Sementara itu Roopa
selesai berias dan menatap cermin sambil mengingat Chandra lalu berkata bahwa
Chandra menyukai lagunya dan Chandra akan menjadi miliknya sekarang.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2
Nandini mengambilkan mahkota
Chandra dan Chandra berkata akan memasangnya sendiri. Chandra memasangnya
terbalik dan Nandini mentertawakannya lalu hendak memperbaikinya tapi Chandra
menolak, Nandini lalu berkata bahwa rambutnya acak2an dan jika dia pergi ke
aula seperti itu maka dia akan jadi bahan lelucon dan Nandini kembali duduk
ditempatnya semula. Chandra pun memperbaiki mahkota dan rambutnya seraya
berkata bahwa dirinya memperbaiki ini karena dirinya sendiri dan bukan karena
Nandini.
Chandra di singgasana dan
Chanaya berkata bahwa untuk pendidikan anak2 mereka seharusnya mengambil
bantuan dari Takhsasila. Chandra un setuju dnegan usulan Chanakya lalu beberapa
warga datang dan salah satu wanita tersebut adalah istri Chanakya (Yashumati),
Chandra dan Chanakya menghampiri Yashumati yang menangis dan Chanakya
menanyakan keberadaan Bharti putri mereka, Yashumati hanya memberikan surat
dari Padmananda, Chanakya membacanya dan murka. Yashumati lalu bercerita
(adegan kilas baik saat Padmananda datang merebut Bharti dari Yashumati,
Yashumati memohon pada Padmananda tapi Padmananda mengatakan bahwa Chanakya
berusaha menyembunyikannya tapi tidak ada yang bisa bersembunyi dari Padmananda
lalu melempar suratnya pada Yashumati dan menyuruhnya memberikannya pada
Chanakya). Chandra membaca surat itu yang mana tertulis jika dia tidak
mengembalikan Nandini maka Bharti akan di lenyapkan. Chandra pun menjadi emosi.
Chandra mengejar Chanakya yang
berjalan di koridor sambil berbicara padanya. Chanakya menolak menyetujui
surat ancaman Padmananda. Chandra menanyakan alasannya karena Bharti adalah
putrinya dan Chanakya berkata karena Nandini adalah ratu utama Magadha,
Chanakya beranjak pergi tapi Chandra mengatakan bahwa dirinya adalah Raja
Magadha dan Chandra bertanya bagaimana jika dirinya setuju dengan surat
Padmananda, Chandra memohon pada Chanakya tapi Chanakya tetap menolak karena
ini urusan pribadi dan tidak memberikan keuntungan untuk Magadha lalu Chanakya
bergegas pergi.
Roopa berjalan di koridor sambil
bernyanyi menyanyikan lagu kesukaan Chandra dan berkata bahwa Chandra hari ini
akan jatuh cinta pada Roopa
Chandra masuk ke kamar,
Nandini mengajaknya bercanda tapi Chandra mencengkeram lengan Nandini dan
Nandini merasa kesakitan. Chandra lalu berkata, “Nandini..ayahmu..kau benar2
berpikir bahwa dia selalu benar kan .. dan lihatlah hari ini dia menculik putri
Chanakya agar bisa membawamu kembali”. Nandini pun berkata akan melakukan
apa yang diperlukan. Chandra berkata bahwa tiap kali melihatya selalu melihat
Padmananda lalu Chandra menyeret Nandini keluar kamar dan berkata tidak ingin
meihatnya lagi lalu menutup pintu kamarnya. Diam2 Roopa mengintai dari kejauhan
dan geram pada Padmananda karena gara2 dia dirinya tidak bisa menemui Chandra.
Roopa mengamuk di kamar dan
menendang semuanya. Sunanda menghentikannya tapi Sunanda didorongnya dan
dicekiknya. Sementara itu di koridor Chaya tengah membawa sesuatu dan mendengar
teriakan di kamar Sunanda. Roopa sendiri menjelaskan pada Sunanda bahwa
Padmananda sudah menculik putri Chanakya dan sekarang dirinya tidak bisa
menemui Chandra, Chaya mendengar kan dari depan pintu dan berpikir mengapa
Nandini berbicara dengan cara seperti ini. Sunanda menenangkan Roopa dan
bertanya mengapa dia sedih hanya karena tidak bisa menemui Chandra, Roopa
menjelaskan lagi bahwa itu semua karena dirinya mencintai Chandra dan Chandra
hanya akan menjadi miliknya bukan milik Helena ataupun Nandini. Roopa terus
berbicara bahwa semua yang telah dilakukannya untuk membuat citra buruk Nandini
termasuk pura2 mencintai Malayketu dan minum alkohol. Chaya pun terkejut
mendengarnya dan berpikir bahwa selama ini Roopa lah pelakunya dan bukan
Nandini. Chaya memutuskan untuk memberitau Chandra. Roopa kembali berkata akan
menghabisi Nandini. Chaya pun menjatuhkan mangkoknya.
Roopa dan Sunanda
terkejut melihat Chaya lalu Roopa berpura2 menjadi Nandini dan memperslahkan
Chaya masuk tapi Chaya berkata bahwa dirinya sudah mengetahui kebenarannya dan
akan memberitau Chandra. Chaya beranjak pergi. Sunanda menyuruh Roopa mengejar
Chaya atau mereka akan di hukum mati. Roopa mengejar Chaya dan mencengkeram
wajahnya serta mengancamnya agar tutup mulut tapi Chaya tidak takut dan berkata
tdak ada yang bisa menghentikannya lalu Chaya berontak dan berjalan pergi. Roopa
pun mengejar dan mendorong Chaya di tangga, Chaya pun jatuh bergulingan dan
Roopa tertawa puas mengatakan akan menghancurkan setiap orang yang menghalangi
jalannya.
Avantika berbicara pada Nandini bahwa
ayahnya melakukan semua ini bukan karena mencintainya tapi ayahnya
memperalatnya untuk menguasai Magadha. Nandini meminta ibunya agar tidak
menjelek2an ayahnya. Avantika kembali berkata, “Chandra
adalah pria yang baik bahkan setelah mengetahui kita musuhnya tapi kita aman
disini..Chanakya adalah segalanya bagi Chandra..bahkan setelah kau menjadi
musuhnya dia masih membuatmu menjadi ratu utama disini..sekarang fokuslah pada
kehidupan pernikahanmu dan bukan pada masalah politik”.
Chandra sendiri melamun sambil teringat
semua kebaikan Nandini dan merasa sedih dengan sikapnya pada Nandini. Avantika
menasihati Nandini, “Nandini..aku ibumu
dan ingin kau bahagia dalam menjalani kehidupan pernikahanmu..pengalamanku
mengatakan bahwa Chandra adalah orang yang tepat untukmu..pikirkan itu”,
lalu Avantika beranjak pergi. Nandini pun berbicara sendiri, “ibu benar..aku harusnya berpikir sebagai
istri terlebih dulu..Chandra pria yang baik..aku harus berbicara padanya dan
meminta maaf”. Sementara Chandra berpikir harus meminta maaf pada Nandini.
Roopa kembali ke kamar Sunanda sambil
menari2 dan Sunanda bertanya. Roopa pun mengatakan bahwa Chaya akan menjaga
rahasia mereka karena Chaya akan diam untuk selamanya, Sunanda menanyakan apa
maksudnya. Roopa pun berkata bahwa Chaya tidak mau mendengarkannya jadi
Chaya didorongnya di tangga dan chaya sudah tiada. Sunanda terkejut dan menjadi
panik karena jika Chaya masih hidup maka dia akan memberitau semuanya. Sunanda
mengajak Roopa untu pergi melihat.
Chandra dan Nandini sama2 berjalan di
koridor sambil mengingat kebersamaan mereka selama di Patalgram. Mereka pun
kemudian saling tabrak dan sama2 berebut ingin berbicara terlebih dulu. Chandra
pun berkata bahwa mereka akan mengatakannya bersama2. Mereka lalu sama2 buka
mulut dan sama2 mengucap kata maaf, Nandini lalu menunjukkan suratnya untuk
ayahnya agar melepaskan Bharti. Chandra pun berkata bahwa tidak seharusnya
dirinya bersikap seperti tadi. Nandini lalu berkata kalau dirinya mencemaskan
Bharti, dan Chandra bertanya pada Nandini mengapa dia menjadi cemas, lalu
terdengar teriakan dan pelayan berlari pada Chandra mengatakan tentang kondisi
Chaya.
Chandra Nandini berlari menghampiri
Chaya yang terbaring di lantai dan bersimbah darah, Chaya segera dibawa ke
kamar, Sunanda dan Roopa mengintai lalu Sunanda menyuruh Roopa kembali ke kamar.
Di kamarnya, Chaya terus mengigau
menyebut nama Nandini, Moora dan Helena membawa masuk Dadima. Dadima terkejut
melihat kondidsi Chaya dan hampir pingsan tapi Nandini memeganginya, Dadima
lalu menangis mengasihani Chaya. Moora juga menangis melihat Chaya dan berkata
mengapa selalu rasa sakit yang tertulis di takdirnya. Helena bertanya bagaimana
hal ini bisa terjadi, Nandini menjawab bahwa bisa saja Chaya terpeleset.
Malayketu kemudian datang dan pura2 mencemaskan Chaya.
Tabib mengatakan agar semuanya pergi
karena Chaya dan bayinya dalam kondisi serius, Moora terkejut mendengarnya.
Mereka semua lalu beranjak keluar kamar, Sunanda mengintai dan terkejut melihat
Chaya masih hidup, Sunanda berpikir kalau Chaya memberitaukan yang sebenarnya
maka itu menjadi kabar tidak baik untuknya dan Roopa.
Sunanda kembali ke kamar dan termenung,
Roopa berbicara padanya. Sunanda mengatakan bahwa Chaya masih hidup dan Chandra
akan menghukum mati dirinya. Roopa terkejut mendengar bahwa Chaya masih hidup.
Sunanda lalu memarahinya dan berkata bahwa mereka harus melarikan diri sekarang
tapi Roopa berkata tidak akan ada yang meninggalkan istana karena dirinya sudah
susah payah untuk mnghabisinya (Chaya). Apama datang dan bertanya sapa yang
sedang mereka bicarakan. Sunanda berpura2 mengatakan jika sedang membicarakan
Nandini karena Padmananda sudah menculik putri chanakya. Apama lalu berkata
abhwa dirnya datang haya untuk memastikan apakah Roopa masih mendukungnya,
Roopa mengiyakan dan Apama lalu beranjak pergi. Sunanda lau berbicara pada
Roopa agar tetap di kamar sampai dirinya menyuruhnya keluar.
Di luar kamar, Nandini dan keluarga yang lain mencemaskan
Chaya, tabib muncul dan Malayketu menanyakan kondisi Chaya, tabib mengatakan
tidak bisa menyelamatkan bayi Chaya dan Chaya juga dalam kondisi yang parah.
Ucapan tabib pun mengejutkan semuanya. Chandra memohon agar tabib menyelamatkan
nyawa Chaya, tabib berjanji akan melakukan yang terbaik lalu kembali ke kamar.
Malayketu mulai menangisi Chaya dan bayinya.
Dhurdhara di kamar yang gelap
menangis mengetahui bayi Chaya sudah tiada. Dhurdhara berjanji untuk menjaga
bayinya. Sementara itu Chandra ke kamarnya menangis dan teringat betapa
bangganya Chaya memiliki adik sepertinya. Nandini masuk ke dalam kamar dan memegang
bahu Chandra lalu duduk disampingnya. Nandini menghibur Chandra agar tidak
hilang harapan dan Chandra berbicara bahwa sebagai raja dirinya tidak bisa
menyelamatkan keluarganya sendiri. Chandra berkata bahwa drinya merasa tidak
berdaya dan tidak ingin menjadi raja seperti ini. Nandini memeluknya dan
memintanya agar menangis untuk mengeluarkan rasa sakitnya karena dia juga
manusia biasa sebelum menjadi raja. Chandra juga memeluk Nandini sambil
menangis mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Chaya kemudian Chandra
meminta Nandini menemani Chaya. Nandini melihat airmata Chandra di lengannya
dan berpikir bahwa airmata ini adalah bukti bahwa Chandra adalah raja yang
memiliki hati dan perasaan juga. Nandini beranjak pergi dan Chandra berpikir
bahwa dirinya menangis hari ini dan ini menunjukkan bahwa dirnya masih punya
hati dan perasaan juga.
Comments
Post a Comment