Chandra Nandini dalam perjalanan pulang dan saat melewati hutan
Chandra menyuruh pasukannya memberhentikan kereta kudanya. Chandra lalu turun
dan berlari menatap pohon2 serta bukit disana, lalu Chandra memeluk Nandini da
kemudian menarik tangan Nandini lantas menceritakan masa kecilnya dengan
menggebu2 serta mengatakan bahwa dirinya selalu berbagi cerita dulu dengan
Dhurdhara. Nandini pun bertanya mengapa dia sekarang mau berbagi cerita
dengannya. Chandra pun berpikir bahwa dirinya juga berharap bisa membaritahukan
apa yang sedang dirasakannya.
Datang dua orang
lelaki warga desa memberi salam pada Chandra. Chandra mengenalinya sebagai
teman2 masa kecil nya. Chandra pun berpelukan dengan mereka dan mengajak mereka
ke Magadha serta Chandra berjanji akan memberi mereka pekerjaan. Chandra merasa
bahagia melihat teman2nya kembali. Nandini melihat semua ini dan memikirkan
sesuatu.
Dhurdhara membawa
nampan dan berdiri di depan kamar Helena sambil mengomel karena Moora
menyuruhnya ke kamar Helena untuk memberikan hadiahnya, Dhurdhata berdoa untuk
keselamatannya lalu Dhurdhara masuk dan memanggil2 Helena. Tidak ada siapapun
di kamar dan Dhurdhara terkejut melihat bayangannya sendiri dicermin. Dhurdhara
lalu melihat gaun Helena dan mencoba memakainya. Setelah itu Dhurdhara
berimajinasi. (Dhurdhara dengan kostum pakaian Helena tengah memerintah pelayan
layaknya sikap Helena, Helena kemudian datang dengan kostum dan bersikap
layaknya Dhurdhara. Dhurdhara memberi perintah pada Helena sambil
membentaknya), Dhurdhara masih berbicara sendiri layaknya Helena dan tiba2
Helena yang ternyata sudah berada di belakang Dhurdhara bertanya apa yang
sedang dilakukannya, Dhurdhara terkejut dan mencoba kabur tapi Helena
menghentikannya dan brtanya mengapa dia memakai gaunnya. Dhurdhara menjawab jka
drnya hanya mencoba memakainya saja dan dengan segera membukanya lalu kabur.
Helena pun berteriak marah.
Chandra dan Chanakya
tengah melihat Bhadrasal di cambuk oleh prajurit Magadha, Chandra menyuruh
Bhadrasal buka mulut mengenai keberadaan Padmananda tapi Bhadrasal
mentertawakannya dan menghina Chandra bahwa dia tidak akan bisa menemukan
Padmananda. Chandra pun menghajarnya dan Chanakya menghentikannya karena
Bhadrasal sudah terluka parah dan bisa mati. Chandra pun membalas ucapan
Chanakya bahwa Padmananda harus mati karena dia itu iblis. Chanakya meminta Chandra
tenang dan berkata bahwa mereka pasti punya satu cara untuk menemukan
Padmananda.
Amatya berbicara pada
Padmananda bahwa Chanakya tidak mempunyai kelemahan tapi dia punya keluarga
yang tinggal didekat Magadha dan dia juga punya seorang putri juga. Padmananda
tertawa dan mengatakan bahwa anak perempuan adalah kelemahan seorang ayah.
Chanakya mengatakan
bahwa hanya Nandini yang bisa membantu, Chandra terkejut mendengarnya.
Chanakya lalu melanjutkan ucapannya karena Nandini pasti akan menemui
Bhadrasal dan melalui Nandini mereka akan mendapat info yang diinginkan,
Chandra pun menanggapinya. Sementara Padmananda memerintahkan pada pasukanya
untuk menculik putri Chanakya.
Roopa tengah merokok
dan teringat saat Chandra mengobati lututnya. Sunanda muncul dan berbicara
dengannya. Helena datang bersama Apama dan memaki Roopa karena tidak
mengerjakan tugasnya dengan baik, Helena lalu mengangkat tangan hendak menampar
Roopa tapi Roopa menahannya dan berdebat dengan Helena karena Helena meminta
Roopa memisahkan Chandra Nandini tapi yang terjadi malah Chandra Nandini
semakin dekat. Sunanda melerai mereka berdua dan mengingatkan bahwa mereka
mempunyai satu misi yaitu melempar Nandini keluar dari istana. Sunanda meminta
mereka berhenti bertengkar karena mereka harus menyusun rencana yang sama.
Nandini tengah membaca
buku dan tiba2 seekor cicak merayap dilengannya, Nandini berteriak meminta
tolong. Chandra datang dan Nandini meminta tolong. Chandra bertanya bantuan apa
yang diperlukannya. Nandini menunjukkan cicak di lengannya dan Chandra pun
berteriak, Nandini dan Chandra lalu saling berkejaran. Nandini berhasil
menangkap Chandra dan menarik tangannya untuk melempar cicak di lengannya, sang
cicak pun terjatuh dan setelah itu keduanya berteriak lalu naik ke atas ranjang
bersama2, Chandra berdiri di belakang Nandini karena cicak itu naik ke atas
ranjang, Nandini pun bertanya bahwa dia seorang raja dan tidak bisakah dia
mengusir cicak tersebut. Chandra menjawab bahwa dirinya juga takut pada cicak.
Chandra mendorong Nandini ke arah cicak tapi Nandini kembali berlari pada
Chandra dan memeluknya sembari memejamkan mata. Chandra mengusir cicak tersebut
memakai bantal dan cicak itu pun pergi. Chandra melihat Nandini dalam dekapannya
dan saat Nandini bertanya apakah cicaknya sudah pergi, Chandra pun sambil
tersenyum menjawab belum agar pelukan Nandini tidak terlepas. Nandini membuka
matanya dan melihat tidak ada cicak lalu melirik pada Chandra sembari bertanya
dimana cicaknya, Chandra pun gugup dan menjawab bahwa tadi dia sangat lucu
hngga dirinya tidak bisa menahan diri.
Terdengar suara Dadima
memanggil Nandini. Chandra Nandini yang masih saling berpelukan panik dan
Nandini mendorong tubuh Chandra. Chandra jatuh dan menarik Nandini hingga jatuh
menimpanya. Dadima masuk dan terkejut melihat posisi mereka berdua lalu memalingkan
wajah sambil tersenyum simpul. Nandini berusaha melepaskan diri karena
rambutnya yang menyangkut pada Chandra. Dadima memikirkan sesuatu mengenai
kedekatan mereka lalu berkata bahwa drinya tidak melihat apapun tadi. Nandini
berhasil melepaskan diri dan lari menghampiri Dadima mengatakan dengan gugup
bahwa tadi rambutya tersangkut pakaian Chandra. Dadima lalu menghampiri Chandra
dan menarik sehelai rambut dari pakaian Chandra, Dadima lalu mengatakan pada
Chandra agar dia tidak memakai pakaian itu karena itu bisa mengganggu Nandini
dan Dadima pun tertawa. Dadima lalu berkata bahwa Chanakya meminta mereka semua
untuk datang ke aula. Chandra mengiyakan lalu Dadima beranjak pergi. Chandra
Nandini pun saling kikuk.
Semua berkumpul di
aula, Chaya bertanya pada Malayketu mengapa terdapat 2 singgasana. Prajurit
mengumumkan kedatangan Ratu Nandini. Helena berpikir bahwa Nandini sudah pernah
merebut Malayketu sebelumnya dan kini mahkotanya. Apama mengatakan pada Helena
agar jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aula atau Chandra akan marah dan
itu tidak baik bagi mereka. Nandini datang dan menyapa semuanya. Nandini hendak
duduk dan Chanakya berkata bahwa mulai hari ini dia akan duduk disinggasana
disamping singgasana Raja. Nandini gugup dan Dadima menghampirnya lalu
berbicara dengannya bahwa rakyat Magadha sudah memilihnya maa dia berhak
menerimanya. Nandini pun duduk disinggasananya dan berpikr bahwa dirnya pernah
duduk di snggasana bersama ayahnya dan Nandini merindukannya. Helena sendiri
nampak menahan amarah.
Chanakya lalu
mengatakan, “peraturan Maharani akan diikuti dan mulai sekarang Raja harus
memiliki ijin Maharani sebelum mengambil langkah apapun bahkan meski itu
tentang pernikahan baru..tidak ada satupun yang akan memaksa Maharani dan
bahkan Maharani atas keinginannya sendiri bisa meninggalkan istana dan dalam
kasus Maharani pergi meninggalkan istana dia harus meminta ijin Raja dan jka
Maharani menerima hukuman maka Raja juga akan menghadapinya dan mulai hari ini
dan seterusnya Maharani memiliki hak untuk memakai segel kerajaan” . Dadima
dan Moora tersenyum, begitu juga dengan Chandra.
Terdengar suara Dadima
memanggil Nandini. Chandra Nandini yang masih saling berpelukan panik dan
Nandini mendorong tubuh Chandra. Chandra jatuh dan menarik Nandini hingga jatuh
menimpanya. Dadima masuk dan terkejut melihat posisi mereka berdua lalu memalingkan
wajah sambil tersenyum simpul. Nandini berusaha melepaskan diri karena
rambutnya yang menyangkut pada Chandra. Dadima memikirkan sesuatu mengenai
kedekatan mereka lalu berkata bahwa drinya tidak melihat apapun tadi. Nandini
berhasil melepaskan diri dan lari menghampiri Dadima mengatakan dengan gugup
bahwa tadi rambutya tersangkut pakaian Chandra. Dadima lalu menghampiri Chandra
dan menarik sehelai rambut dari pakaian Chandra, Dadima lalu mengatakan pada
Chandra agar dia tidak memakai pakaian itu karena itu bisa mengganggu Nandini
dan Dadima pun tertawa. Dadima lalu berkata bahwa Chanakya meminta mereka semua
untuk datang ke aula. Chandra mengiyakan lalu Dadima beranjak pergi. Chandra
Nandini pun saling kikuk.
Semua berkumpul di
aula, Chaya bertanya pada Malayketu mengapa terdapat 2 singgasana. Prajurit
mengumumkan kedatangan Ratu Nandini. Helena berpikir bahwa Nandini sudah pernah
merebut Malayketu sebelumnya dan kini mahkotanya. Apama mengatakan pada Helena agar
jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aula atau Chandra akan marah dan itu
tidak baik bagi mereka. Nandini datang dan menyapa semuanya. Nandini hendak
duduk dan Chanakya berkata bahwa mulai hari ini dia akan duduk disinggasana
disamping singgasana Raja. Nandini gugup dan Dadima menghampirnya lalu
berbicara dengannya bahwa rakyat Magadha sudah memilihnya maa dia berhak
menerimanya. Nandini pun duduk disinggasananya dan berpikr bahwa dirnya pernah
duduk di snggasana bersama ayahnya dan Nandini merindukannya. Helena sendiri
nampak menahan amarah.
Chanakya lalu
mengatakan, “peraturan Maharani akan diikuti dan mulai sekarang Raja harus
memiliki ijin Maharani sebelum mengambil langkah apapun bahkan meski itu
tentang pernikahan baru..tidak ada satupun yang akan memaksa Maharani dan
bahkan Maharani atas keinginannya sendiri bisa meninggalkan istana dan dalam
kasus Maharani pergi meninggalkan istana dia harus meminta ijin Raja dan jka
Maharani menerima hukuman maka Raja juga akan menghadapinya dan mulai hari ini
dan seterusnya Maharani memiliki hak untuk memakai segel kerajaan” . Dadima
dan Moora tersenyum, begitu juga dengan Chandra
Moora dan Dadima
membicarakan Chandra Nandini di kamar. Moora berkata bahwa sekarang Chandra
Nandini tidak akan terpisahkan dan bahkan jika mereka mendapat hukuman mereka
juga akan bersama2. Tapi Moora mengkhawatirkan jika Chandra akan menikah lagi
karena Nandini yang lembut pasti akan mengiyakan pernikahan baru Chandra. Tapi
Dadima berkata bahwa dirinya melihat banyak cinta untuk Chandra di mata Nandini
dan Dadima yakin Nandini tdak akan mengatakan iya untuk pernikahan baru
Chandra.
Chandra Nandini berada
di kamar dan Chandra berbicara pada Nandini bahwa dirinya tidak akan pernah
meminta ijinnya untuk menikah lagi karena dirinya adalah seorang raja yang bisa
menikah berkali2. Nandini mendekat pada Chandra dan bertanya apa yang harus
dilakukannya, apakah harus membakarnya , Chandra juga mendekat dan bertanya
bahwa ini juga pertanyaannya yaitu mengapa dia tidak mau mengganggunya selagi
dia bisa. Nandini menatap Chandra lalu gugup hendak menjawab dan Chandra
menunggu jawabannya.
Nandini tidak menjawab
pertanyaan Chandra dan hanya berkata bahwa dia bisa melakukan apa saja sesuai
keinginannya lalu Nandini beranjak pergi dengan pura2 pasang wajah
cemberut. Di tempat persembunyiannya Padmananda mendapat laporan dari
penculik yang disuruhnya menculik putri Chanakya bahwa mereka tida menemukan
siapapun karena rumah Chanakya berada dibawah pengawasan keamanan tapi tidak
ada seorangpun dirumah tersebut. Padmananda pun menjadi murka. Amatya
mengatakan bahwa itu mugkin untuk mengalihkan perhatian dan Amatya berkata
bahwa mereka harus memkirkan rencana selanjutnya tapi Padmananda tetap emosi
dan berkata bahwa dirinya tetap menginginkan putri Chanakya dan dirinya ingin
menghabisi Chanakya.
Sunanda memberikan
Nandini minuman yang membuatnya terlelap dikamarnya dan Sunanda berbicara
sendiri lalu beranjak pergi, Roopa datang membawa pisau dan hendak menikam
Nandini tapi Sunanda menghentikannya dan memarahinya agar berpikir apa yang
akan mereka lakukan nanti dengan jasad Nandini. Sunanda menyuruh Roopa menemui
Bhadrasal di penjara agar menemukan informasi mengeai Padmananda. (adegan kilas
balik saat Padmananda mencengkeram Sunanda dan menghinanya lalu menamparnya),
Sunanda masih teringat tamparan itu dan kemudian berkata pada Roopa bahwa ini
adalah cara terbaik untuk mendapatkan Padmananda dan menyempurnakan balas
dendamnya. Roopa lalu beranjak keluar.
Roopa masuk ke kamar
Chandra dan berbaring seraya berkata bahwa suasana hatinya rusak karena Nandini
dan sekarang dirinya akan menghabiskan waktu bersama Chandra kemudian menemui
Bhadrasal, Chandra kemudian muncul dan Roopa memulai sikap genitnya. Dia
memeluk Chandra dan mereka merebahkan diri di atas ranjang lalu perlahan2
Chandra hendak mencium Roopa, Roopa membuka mata dan terkejut melihat guling
yang dipeluknya. Roopa pun tertawa dengan khayalanya dan berkata bahwa dirinya
mulai gila karena cinta lalu Roopa mulai bernyanyi.
Chandra datang dan bertanya bagaimana dia mengetahui
lagu tadi. Roopa menjawab dengan gugup kalau pelayan yang mengajarinya, Chandra
menyuruhnya menyanyi sekali lagi karena lagu itu lagu masa kecilnya, Roopa
bersedia tapi meminta Chandra ikut bernyanyi juga lalu Roopa mulai
menyanyi dan Chandra mengikutinya. Roopa pun berpikir agar bisa mengendalikan
diri dan Roopa berkata pada Chandra bahwa arti lagu ini berarti “aku sangat
mencintamu”. Chandra terkejut dan tersenyum lalu bertanya siapa dia sebenarnya.
Roopa terkejut dan menjawab bahwa dirinya adalah Nandini. Chandra lalu
mengatakan maksud pertanyaannya adalah siapa dia sebenarnya yang memiliki
begitu banyak bakat dan tidak menyangka dia mengetahui bahasa dari lagu
tersebut. Roopa menjawab bahwa jika saat nya tiba maka dia akan mengetahui
lebih banyak lagi dan kemudan Roopa pura2 menguap dan berkata bahwa hari sudah
larut dan Roopa mengajak Cahndra untuk tidur. Chandra mempersilahkannya
dan lantas ikut membaringkan tubuh juga.
Roopa
bangun dan memeriksa Chandra yang sudah tertidur lalu Roopa mengambil selimut
diam2 dan beranjak keluar kamar, Chandra yang pura2 tidur pun bangun dan
melihat Roopa pergi, Chandra berpikir menapa Nandini bersikap mencurigakan dan
Chandra bertekad harus mengetahui yang sebenarnya lalu mengikuti Roopa.
Roopa
terus berjalan dan Chandra mengikutinya. Roopa merasa ada yang mengikuti dan
bersembunyi. Chandra muncul dan mencari2 Roopa tapi kehilangan jejak. Chandra
teringat ucapan Chanakya bahwa Nandini pasti akan menemui Bhadrasal untuk
mengetahui tentang Padmananda lalu Chandra bergegas pergi ke penjara Bhadrasal.
Roopa
menutupi diri dan hendak masuk ke penjara tapi prajurit mencegah, Roopa membuka
selimutnya dan mereka mengijinkan Roopa masuk karena mengira dia adalah
Nandini. Roopa membuka ikatan dan memberi minum Bhadrasal. Bhadrasal tersadar
dan memberi hormat pada Roopa (yang disangkanya Nandini). Bhadrasal berkata
bahwa dia seharusnya tidak menmeuinya, Roopa lalu menanyakan Padmananda dan
Roopa berkata ingin menemuinya. Bhadrasal menolak menjawab dan beralasan bahwa
jika dirinya memberitau maka Chanakya dan Chandra pasti akan melukainya
(Nandini) agar bisa mendapat info tentang Padmananda. Roopa emosi dan
mencekiknya sembari bertanya dimana keberadaan Padmananda. Bhadrasal terkejut
melihat sikap Roopa dan berpikir apakah dia benar2 Nandini yang menganggapnya
sebagai gurunya. Chandra datang dan Roopa merasakan kehadirannya, Roopa
menghampiri Chandra lalu Chandra bertanya apa yang dilakukannya dan mengapa dia
bersikap seperti tadi. Roopa mulai berakting menangis dan mengatakan, “aku ingin mengakhri perang ini dimana
hanya menghaslkan darah saja dan ketika Bhadrasal tidak memberitau keberadaan
ayahku aku menjadi marah..Chandra..aku merindukan ayahku dan ingin
melihatnya..tolong maafkan dia..aku akan berbicara dengannya agar menghentikan
peperangan ini juga”. Chandra hanya diam menatap Roopa lalu beranjak pergi.
Roopa pun berpikir bahwa misinya dan Chandra adalah satu yaitu melenyapkan
Padmananda tapi Roopa bertekad ingin menghabisi Padmananda dnegan tangannya
sendiri karena itu akan memberinya kepuasan tersendri.
Helena
melihat Roopa yang berjalan di koridor dan mengira dia adalah Nandini, Helena
bertanya2 apa yang dilakukannya malam2 begini. Apama memperhatikan Helena lalu
juga memperhatikan Roopa. Mereka berdua lalu pergi ingin memastikan apakah itu
Roopa atau Nandini tapi mereka mendengar suara nyanyian Roopa, Helena pun
melihat Roopa merokok dan duduk disinggasana Chandra. Helena menegurnya dan
hendak menghampiri Roopa tapi Roopa menghentikanya dan berkata bahwa Chandra
adalah miliknya begitu juga dengan singgasananya. Helena tidak peduli dan
bergegas menyeret Roopa turun dari snggasana, Roopa emosi dan keduanya saling
serang, Roopa berhasil mendrong Helena hingga terjatuh. Apama berusaha melerai
mereka tapi Helena emosi dan membentak Roopa serta mengancamnya akan
membertahukan siapa dia sebenarnya pada Chandra, Roopa pura2 berlutut di kaki
Helena dan meminta maaf tapi kemudian mentertawakannya dan menantangnya agar
memberitau Chandra tapi Roopa juga mengancam akan buka mulut mengenai
keterlibatan Helena dan ibunya. Helena kembali membentak Roopa berata akan
melenyapkannya tapi Roopa tidak gentar dan memberikan pisaunya pada Helena,
Helena hendak menikam Roopa tapi Apama menghentikannya dan meminta maaf pada
Roopa, Roopa pun memperingatkan Apama agar memberikan otak pada Helena juga
karena satu Roopa sama dengan 100 Helena jadi Roopa menyuruh Helena untuk
menjaga batasannya lalu Roopa bergegas pergi.
Nandini
yang masih tidur di kamar Sunanda bermimpi dan menyebut nama Chandra, Nandini teringat
kebersamaannya saat puja. Sementara Chandra sendiri tengah melamun dan teringat
ucapan Nandini serta ucapan Roopa dan sikap manjanya. Nandini sendiri tengah
mengingau memanggil2 Chandra. Chandra sendiri berpikir harus menemukan masalah
apa yang terjadi dengan Nandini sebenarnya.
Episode selanjutnya
Episode selanjutnya
Comments
Post a Comment